Sergio Farias Nantikan Kejelasan Kontrak Dari Persija Jakarta
Kompetisi Liga 1 2020 direncanakan kembali bergulir pada September mendatang. Namun, PSSI yang memberikan gagasan tersebut belum memberi kepastian lanjutan soal rencana mereka itu.
Tentunya, ini menjadi dilema untuk seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi, seperti pelatih, pemain, dan tentu klub. Contohnya pelatih Persija Jakarta, Sergio Farias, yang hingga kini menunggu kejelasan.
Arsitek asal Brasil itu bisa saja berpisah dengan tim ibu kota tanpa gelar apa pun, meski didapuk dengan harapan membawa tim ibu kota ke level yang lebih tinggi. Pasalnya, Farias belum mendapat informasi dari klub.
Kontrak mantan arsitek Pohang Steelers tersebut bakal berakhir 2020, dan Farias sendiri masih bertanya-tanya bagaimana kelanjutan kompetisi, yang bakal menentukan nasibnya dengan Macan Kemayoran.
“Kontrak saya bersama Persija bakal berakhir pada Desember 2020. Tidak ada revisi. Per Desember nanti hubungan saya dengan Persija akan selesai,” ungkap Farias.
Umpama Liga 1 benar-benar dilanjutkan, Farias berpikir logis soal masa kontraknya. “Jika melanjutkan atau memulai kompetisi, kontra saya harus diperpanjang sampai tahun depan,” katanya menegaskan.
“Melanjutkan atau memulai [kompetisi] yang baru, kita harus memperpanjang kontrak sampai tahun depan, jadi saya tidak melihat masalah di kedua situasi,” urai pria berusia 53 tahun asal Rio de Janeiro itu.
“Saya masih belum menerima informasi secara resmi dari klub mengenai kelanjutan kompetisi. Saya juga menerima pengurangan gaji selama beberapa bulan untuk membantu klub,” tukasnya.
Bersama Farias, Persija turut membentuk tim yang diperkaya pemain bintang seperti Evan Dimas, Osvaldo Haay, hingga Marc Klok. Ada pun mereka mampu menembus final turnamen Piala Gubernur Jatim 2020.
Dari dua pertandingan sebelum Liga 1 dihentikan sejak 16 Maret, Farias membantu Marko Simic dan kolega memperoleh empat poin. Mereka mengalahkan Borneo FC pada pekan pertama, lalu berbagi poin kontra Bhayangkara FC.
Berdasarkan informasi dari PSSI, bahwa mereka masih merumuskan bagaimana pelaksanaan liga di tengah pandemi virus corona bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator. LIB sendiri baru saja menentukan jajaran pengurus teras yang baru, pada akhir pekan lalu.